Sederhana

 


Lihatlah tampang tampang manusia manusia S2, pekerja, dan belum menikah ini. Penuh tekanan. Jujur bingung kalau ditanya kenapa ambil S2? Niat awal memang pengen bisa langsung jadi dosen, tapi know what? kita terlahir di Indonesia, dimana perihal perut lebih diurusi daripada pendidikan itu sendiri. Nasib dosen juga tidak lebih baik daripada guru, terjebak disituasi yang sulit rasa rasanya memang sudah nasib kita yang tiap ketemu selalu kita coba cari hikmahnya. 

Seperti pertemuan hari ini, kemarin bertemu hari ini bertemu lagi. Ya memang orang-orang mumet ini butuh ruang sambat. Atau mungkin aku saja yang butuh sambat, karena mereka sejoli jadi aku lebih seperti obat nyamuk, wkwk. Hari ini kami menyimpulkan bahwa ya, barangkali in this economy, mendapat pekerjaan adalah hal yang paling utama. Yang penting kerja dulu ges, perihal mimpi dipikir keri. 

Rasa syukur sudah S2, atau setidaknya sedang thesis muncul perlahan ketika kita menyadari bahwa kita menghabiskan waktu S2 diawal awal 20an setelah lulus S1 karena kita tahu kedepan untuk lanjut kuliah lagi pasti rasanya seperti memindahkan gunung merbabu ke arah lebih timur. Tidak mungkin. Hanya sepintas itu saja, membuat hatiku kembali lebih tenang. Merasa bahwa ini bukan sia-sia. Atau setidaknya aku tidak sendirian.

Rasa syukur selanjutnya kembali muncul ketika kita mulai berandai-andai. Barangkali dan pastinya ijazah S2 ini bisa kita pakai kedepannya, karena tidak ada yang tahu. Bisa jadi 5-10 tahun lagi salah satu dari kita ada yang jadi kepala sekolah? Who knows? atau syarat naik jabatan harus S2? Atau barangkali kita lolos CPNS? tidak ada yang tau teman-teman. Maka kita syukuri nikmat S2 sebelum menikah ini. 

Rasa syukur kembali menyapa ketika kita sama-sama diberi kesempatan untuk dampingi OSN, dan anak-anak kita lolos OSN-P menuju OSN. Meski kita tahu, palingan yang lolos OSN anak anak Pradita Dirgantara. Wkwkwk. Setidaknya kita bisa adu murid, meski aku sendiri sudah minder dengan mereka berdua yang lebih pinter fisika daripadaku.

Barangkali pertemuan yang sederhana ini lebih kena dihati daripada jalan-jalanku kesana kemari.


Komentar

Postingan Populer