Cerita Untuk Esok #9

Cerita Untuk Esok kali ini aku tujukan kepada keluarga kecilku dimasa depan

Hallo, Sayang-sayangnya ibu (read: suamiku dan anak-anaku kelak)

Hari ini ibu belajar hal baru tentang parenting, kebetulan sekolah tempat ibu bekerja mengadakan seminar parenting. Pembicaranya adalah seorang psikolog bernama Bapak Haryadi Nurwanto. Ibu paham sih, ibu belum bertemu dengan bapak saat ini, belum menikah dan jelas belum ada kamu nak. Namun rasa-rasanya ilmu parenting memang penting karena bagaimana pun juga ibu adalah anak, sekaligus guru yang menjadi orang tua disekolah. Rasa-rasanya juga belajar parenting menjadi suatu hal yang jauh, padahal krusial dalam kehidupan. Ibu yakin apapun yang terjadi dimasa depan perlu ibu siapkan, pun dengan ilmunya. Semoga bapak saat ini pun mengusahakan hal yang sama. Aamiin.

Tema seminar parenting yang diangkat adalah tentang "Satu Tim dalam Iman, Satu Tujuan dalam masa depan". Ada 4 pilar strategi menjadi Tim dalam keluarga:

  1. Merawat Amanah
    Hal ini untuk orang tua :
    Berikan ruang kepada anak untuk belajar dari kegagalan dan memberikan resiko sehingga membangun resiliensi untuk Anak sebagai bekal mereka hidup mandiri.

    Ibu mencoba mengusahakan prinsip ini tentang Resiliensimu, karena bagaimana pun juga ibu belum tentu dapat menemanimu setiap saat. Ada masa-masa kamu harus berjuang sendiri, dan ibu hanya menjadi support sytemmu nomor satu. Pun untuk dirimu, semoga tidak merasa ibu jahat jika ibu membiarkan dirimu dalam menyelesaikan setiap masalah dan menghadapi setiap kegagalan kelak. 
    Anak itu amanah yang akan dipertanggungjawabkan tanpa mampu kita punya pilihan untuk memilih. 

    Ibu tidak dapat memilih akan lahir manusia seperti apa dari rahim ibu, Namun ibu akan mengusahakan yang terbaik dan berdoa kepada Allah atas segala hal tentang kebaikanmu.

  2. Menjemput berkah
    Hal ini untuk anak:
    Birrul walidain kunci sukses jalur langit.

    Orang tua itu server pusat, kalau koneksinya putus, maka sinyal keberkahan rejeki didunia ini akan hilang. Ini prinsip penting yg harus selalu dijadikan reminder kita bersama.
    Sebagai Anak harus mampu menganggap orang tua adalah server atau penghubung kepada Allah. Sehingga kehidupan ini selalu terkoneksi.

    Ibu selalu mengusahakan terus berdoa kebaikan untukmu, nanti kita sering sering ibadah bareng yaaa, Ibu janji akan mengajarimu doa-doa baik, Ibu sayang kamu selamanya  nak:)

  3. Komunikasi tim
    Nasehat lisan tidak lebih works daripada nasehat visual (mimik muka, gestur, apa yg dilakukan ini visual). Dalam islam keteladanan itu berbeda dgn nasehat.

    Saat ini ibu terus berusaha memperbaiki diri, pun semoga bapak juga seperti itu sehingga kelak ketika ibu dan bapak bertemu dirimu, kita berdua sudah siap menjadi teladan yang baik untukmu. Ibu ingin menjadi idolamu dan teladan untukmu nak, ibu ingin menjadi orang nomor satu tempat kamu bercerita dan orang nomor satu keteladanan kehidupanmu dari kecil hingga mungkin kelak ketika dirimu dewasa. 

    Komunikasi tim yg dimaksud: anak ngomong maksud kalian ke ortu dan bercerita apapun ke ortu. Tapi banyak anak yg tidak mau bercerita karena kadang ortu  mendengar untuk menjawab, dan ini perlu dibenahi menjadi mendengar untuk empati agar anak tidak merasa selalu diomeli ketika bercerita. Yg menciptakan seperti ini apa? Meski sadar ini salah namun terus dilakukan karena disini ada emosi yg muncul. Ortu dengan rasa khawatir yg tinggi mengalahkan kebenenaran. Dan Anak tidak merasa rumah adalah basecamp (rumah tidak menjadi rumah yg aman untuk bercerita.

    Emosi emosi ini harus diatasi: 1. Untuk anak : meski basecamp rumah kalian tidak nyaman ingatlah bahwa rumah adalah basecamp yg aman dan peduli terhadap kalian karena diluar sana banyak yg nyaman namun tidak peduli dgn kalian; 2. Kunci damai adalah diterima. Ayah ingin dihargai lelahnya karena mencari nafkah. Anak ingin dihargai dia dalam belajar. Saling menyampaikan perasaan agar saling dihargai; 3. Kita tidak bisa memilih permainan, kita tidak bisa memilih aturan permainan tapi kita bisa memilih cara bermain artinya apa? Kita bisa memilih cara merespon, bagaimana orang tua baik ke kita atau orang tua baik ke anak.

    Ibu dan Bapak pasti kelak akan bertemu dengan rasa khawatir yang tinggi terhadapmu, dan emosi-emosi lain yang mengganggumu. Tapi dengan usaha ibu dan bapak untuk terus belajar semoga ibu dapat lebih bisa memahamimu dan mengalahkan emosi ibu ataupun egoisme ibu terhadapmu. Semoga Allah selalu mampukan ibu menjadi Ibu yang baik untukmu nak :)

  4. Iman dan Tauhid
    Ibadah itu penting dalam kehidupan. Allah selalu memperhatikan kita, biasakan itu setiap saat ( muqorrobah) insya allah itu akan mempermudah kehidupan kita.
    CCTV Allah itu 24 jam.
    Bersyukur akan menurunkan rasa depresi dan stress.

    Nak, Ibu dan Bapak terbatas dalam menjagamu, perihal hal yang terbatas ini. Kami serahkan semua penjagaan kepada Allah. Semoga setiap kata, langkah, sikap dan perbuatanmu diluar penjagaan Ibu dan Bapak adalah kebaikan. 
    Ingat ya nak, Iman dan Tauhid itu ibarat cahaya. Cahaya petunjukmu dalam menjalani hari hari di dunia ini.
Mungkin ini terlihat aneh dan tidak seperti biasanya. Terkesan halu, namun ini cara termudah untuk ibu mengikat setiap tulisan untukmu kelak. Seperti judulnya Cerita untuk esok, apapun yang aku tuliskan perihal hal hal yang belum terjadi dan selalu disemogakan entah sebagai nasehat dikemudian hari maupun curhat, maupun doa dan harapan.




bonus dokumentasi hari ini :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer