"IDEAL"
Apa yang ada dibayanganmu tentang ketidak-ideal-an?
Mungkin kita merasa bahwa tidak ideal itu suatu hal yang kurang sesuai, bukan menjadi hal yang didambakan dan memang begitu adanya. Manusia pada hari ini berlomba-lomba mencari ke ideal an itu. Postur tubuh yang ideal, pekerjaan yang ideal, pasangan yang ideal, dan tentunya kehidupan yang ideal. Namun apa jadinya jika di kehidupan yang fana ini memang diciptakannya ideal dan ketidak ideal an saling berdampingan, bukan untuk menjadikan satu dengan yang lainnya lebih unggul. Tetapi menjadikan semuanya seimbang.
Lalu apa sebenarnya makna dari ideal itu sendiri ?
arti kata IDEAL dalam kamus KBBI adalah "sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki". Dalam permaknaan kata ideal ini sudah cukup jelas bahwa mendekati sempurna untuk standar yang dicita-citakan adalah maksud dari kata ideal itu sendiri. Sekarang bergantung pada cita-cita dan angan-angan siapa? lalu makna ideal ini berganti menjadi hal yang sangat subjektif. Ada standar tertentu dan tiap-tiap manusia punya arti idealnya masing-masing tergantung apa yang dicita-citakan.
Kalau makna dari ideal itu relatif, berarti ada begitu banyak sudut pandang yang berbeda untuk memaknai ideal itu sendiri. Menurut ahli sejarah, kata ideal itu berarti sesuatu yang berada pada tingkat gagasan, bukan fakta yang empiris. Menurut ahli fisika, kata ideal itu model teoritis yang disederhanakan dengan asumi-asumsi sempurna agar mudah dianalisis secara matematis. Bukan berarti paling baik atau paling bagus, tetepi bebas dari faktor-faktor rumit yang ada di dunia nyata. Kenyataan bahwa ideal adalah gagasan dari adanya ketidakidealan memberikan pemahaman bagi saya bahwa semua hanya perihal standar manusia.
Mungkin akan terdengar pesimis ketika saya ditanya "Bagaimana pasangan ideal menurut Raga?" dan pertanyaan ini pernah di keluarkan oleh rekan kerja saya sendiri. Dan saya menjawab "Dia yang paham arti ketidakidealan" bukan tanpa sebab saya berkata seperti ini, bukan juga karna agar terlihat wanita intelektual yang menjawab sungguh sangat filosofis. Namun, dari pengalaman hidup yang baru 25 tahun ini, saya melihat banyak ketidakidealan dalam lingkungan terdekat, tapi pada akhirnya mau tidak mau suka tidak suka saya juga harus menerimanya sebagai nikmat hidup yang berarti. Bukan lagi perihal yang dicita-citakan, tapi tentang kehidupan sekitar saya yang terkadang bertemu dengan hal-hal yang menyalahi norma yang berlaku dimasyarakat. Tidak ideal itu tadi.
"Dia yang paham arti ketidakidealan" bagi saya dia yang mencoba terus menerus melihat dari berbagai macam sudut pandang kehidupan untuk tetap berempati dan membawa diri. Disisi lain, standar tentang dia menjadi semakin rumit untuk dipahami.
Aku paham ini jelas terlihat sungguh aneh, cukup jarang dan sedikit tidak wajar. Tapi mau bagaimana pun, itu yang terlintas dari pengamatanku tentang standar pasangan ideal.
Surakarta, 02 Maret 2026
13 Ramadhan 1447

Komentar
Posting Komentar