CUE #9
Cerita untuk esok kali ini, ya hari ini adalah hari ke 4 lebaran tahun ini. Berjalan begitu lambat dan penuh tekanana dan renungan. Seperti halnya diriku dimalam takbiran kemarin, tidak bisa tidur. Berlebihan dalam berpikir mengenai bagaimana Ramadhan tahun ini kembali penuh catatan merah. Merenung banyak hal tentang yang sudah berlalu. Bertanya pada angin dan suara suara takbir malam itu, pertanyaan pertanyaan tentang makna hidup. Bangun pagi menuju sholat idul fitri dilapangan pun terasa begitu hampa. Sungkeman keluarga sedikit membuatku tersentuh, dan pertanyaan pertanyaan tentang kehidupan itu muncul kembali.
Aku paham, lebaran kali ini secara mental aku tidak baik-baik saja. Bahkan pertanyaan pertanyaan lebaran yang menyebalkan aku tak pernah risau dan sangat cuek tentang hal itu. Tapi perihal perenungan makna hidup yang bertepatan dengan hari raya taun ini cukup sering membuatku termenung berhari-hari. Perasaan-perasaan yang tidak nyaman yang menyelimuti. Sungguh lebaran yang tidak dapat dinikmati.
Pertanyaan-pertanyaan seperti, apakah aku benar benar akan menjadi guru? kenapa aku harus menjadi guru? apakah aku bisa menjadi guru? apakah guru adalah hal yang benar-benar ingin kukerjakan? apakah sebenarnya hidup memang hanya untuk dijalani saja tanpa mencari makna dari hidup ini? Mungkin tidak jika aku memulai menulis? atau sebaiknya semua memang harus dijalani saja tanpa dipikirkan mendalam? Perasaan-perasaan yang tidak nyaman ini kembali muncul. Perasaan tidak layak menjadi guru ini kembali muncul.
mari kita timbulkan pertanyaan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:
1. Kenapa Raga menjadi guru?
2. Apa yang Raga cari dari menjadi guru?
3. Apa tujuan terbesar dari hidup Raga?
4. Apakah menjadi guru dapat mendekatkan pada tujuan besar hidup Raga?
5. Apakah Raga bahagia dalam menjalani profesi guru ?
6. Apakah Raga merasa mampu menjadi guru yang efektif membina siswa saat ini?
7. Apakah kesulitan terbesar Raga menjadi guru?
8. Apakah keunggulan Raga menjadi guru?
9. Jika ada pilihan lain dengan gaji lebih tinggi, apakah Raga akan tetap memilih profesi guru?
10. Ketika menghadapi kesulitan dalam mengajar (misalnya, gaji kecil, administrasi berat, atau kurangnya apresiasi), apakah Raga masih merasa bahwa menjadi guru adalah panggilan hidupmu?
11. Bagaimana perasaan Raga ketika melihat siswa memahami materi yang kamu ajarkan?
12. Apakah Raga lebih menikmati interaksi dengan siswa dibanding sekadar menyelesaikan tugas administratif?
13. Seberapa besar usahamu dalam memahami dan membimbing siswa secara emosional dan akademik?
14. Apakah Raga melihat dirinya tetap menjadi guru dalam 10-20 tahun ke depan?
15. Jika suatu hari Raga harus berhenti mengajar, apa yang akan paling aku rindukan?
16. Apakah Raga merasa bahwa profesi ini membuat hidupmu lebih bermakna?
Sampai sekarang pun, aku belum bisa benar-benar mampu menjawab 16 pertanyaan diatas. Semua berputar-putar dikepala. Semua sebenarnya tentang pencarian makna hidup. Apa yang sebenar benarnya aku cari dalam hidup ini. Rasa-rasanya saat ini begitu berat untuk dijalani, namun susah juga untuk berhenti.

Komentar
Posting Komentar