MONOLOG: "KACAU..."

 "Kacau..."

Roda kehidupan memang harus terus berputar, naik turun dan melaju, terkadang berjalan pelan pun berhenti sejenak. Bentuk dari perjuangan yang tak henti itu adalah dirimu sendiri. Hari tak pernah berhenti kepada siapapun yang terus berjuang dan berharap. Kau lihat hari ini? Kau lihat tahun ini? 

Jika belajar ilmu tak sampai bisa membuatmu mampu melihat kebenaran dan kesalahan. Lalu untuk apa kau habiskan hari-hari mu untuk belajar ilmu ina inu ita itu? Bahkan bapak ibumu yang menyekolahkan saja tak tau apa yang kau bicarakan dengan ilmumu itu? Lalu apa gunanya belajarmu? 

Jika pandanganmu sudah semakin terbuka untuk melihat dunia. Lalu untuk apa kau tetap memandang kesalahan seperti hal menjijikan yang tak mampu kau bersihkan? kalah kau dengan tukang sampah yang tiap hari mengambil sampah kosmu? 

Jika langkahmu yang jauh itu menghantarkan pada gelar-gelar. Lalu masih kau bangga tidak melangkah ke TPS hari ini? kalah kau dengan ibu penjual sayur dipasar yang menyempatkan diri untuk datang meski tau betul harga cabai tidak akan berubah menjadi lebih baik esok hari. 

Jika dan hanya jika kau mengerti

"Kacau..."

Takut bodoh tapi tak pernah mampu keluar dari jeratan dibodohi

Takut bodoh tapi tak mampu lawan diri dari dibodohi

Takut bodoh tapi tak pernah bisa melangkah keluar dari pembodohan

Takut bodoh tapi terlalu kencang teriak bodoh pada diri sendiri

Takut bodoh tapi esuk lusa ikut membodohi

"Kacau.."

atau mungkin memang seperti ini lah negeri ini ...

Komentar

Postingan Populer