CUE #6

 Cerita untuk esok yang sudah lama kuhentikan

Meskipun akhir-akhir ini sering diselimuti awan abu-abu dan tak jarang hujan pun menyapa, namun tetap saja perjalananku menemuimu masih terus akan kulakukan. Pagiku kali ini seperti biasa, diri ini tak bisa menghentikan riuh yang ada di kepala. Menjelma menjadi sebuah lamunan. Suara burung yang silih berganti saut sautan dan embun pagi yang menerpa dedauan itu yang selalu aku tunggu, saat-saat dimana pagi datang dan sang fajar menyapa. kepada diriku sendiri aku berkata.

"mungkinkah esok akan tetap seperti ini? rapuh dan riuh tak berisi. Berusaha dan terus berusaha sampai mati ?"

"mungkin saja iya, atau barangkali tidak. Kau punya kendali atasmu, dan esok bukan harap cemas dan takut belaka."

"Tapi ini tak mudah, dipaksa, terpaksa dan untuk terbiasa tumbuh. ada banyak hal yang aku tak mengerti. dan tak tau kepada siapa aku bertanya. Banyak orang mengatakan bahwa tumbuh dewasa tentang rasa dan sikap. Namun aku melihat banyak orang dewasa tak berperasaan dan bersikap buruk."

"gk apa-apa, semua pasti akan baik-baik saja."

Pergi jauh perjalananku menemuimu ternyata hanya untuk memastikan bahwa benar, ini semua akan baik-baik saja. Untuk esok, aku kembali menyadari bahwa sekarang waktunya berhenti untuk melihat kekuranganmu dan mencoba menembel segala hal yang membuatku pusing. Karena esok tak pernah kutau sampai kapan aku akan terus berusaha menemuimu.

Komentar

Postingan Populer