Mer(D)eka
Bagi sebagian orang menulis adalah tempat untuk menjadi diri sendiri, lewat kata yang tak bersuara mampu mengutarakan banyak hal yang tak pernah mampu diucapkan. Aku masih ingat, masih sangat ingat pernah kutuliskan tentang salah satu apa yang kucita-citakan. Pada salah satu video autobiografi tentang diriku sendiri ketika masa SMA, aku menuliskan ingin menjadi penulis. Namun sampai 6 tahun berlalu, apakah aku benar-benar ingin menjadi penulis? apakah aku sudah melangkah ke arah mimpiku? apakah mimpi menjadi penulis hanyalah angan semata? dan menjadi mimpi diatas mimpi seperti yang dikatakan Ebit G Ade. Entahlah.
Selama 6 tahun ini juga aku pernah beberapa kali menulis. Menulis untuk diriku sendiri, menulis untuk mencurahkan perasaanku, menulis banyak hal tentang mimpi-mimpi dan banyak pikiran liar dikepalaku. Tahun demi tahun berlalu, ternyata mimpi ini tak pernah hilang, meski aku tak pernah benar-benar berusaha mewujudkannya. Seperti selalu memanggil untuk diwujudkan. Seperti selalu memanggil untuk didatangi.
Seperti halnya 6 tahun yang sudah berlalu, aku mungkin tak pernah benar-benar meyakini mimpi ini. Meski ketika menulis aku mampu menjadi merdeka, tapi aku masih selalu saja mendengar kata mereka. Tak pernah benar-benar yakin bahwa tulisanku mampu dibaca banyak orang. Tak pernah benar-benar yakin mampu menyelesaikan tulisan demi tulisan.

Komentar
Posting Komentar