Lebih baik menghindar daripada mengobati

 Butuh hati yang kuat untuk mampu pergi dari hal yang membuat hati ini lelah, sayangimu aku telah keliru. Memilih untuk tidak mempertanyakan kejelasan, karena tau tak ada kata yang akan terucap untuk menjawabnya, Lalu untuk apa ? Jika mengakhiri ini terasa begitu sulit, aku memilih terus menerus mencoba untuk pergi, meski bukan suatu hal yang mudah. Jika kau tanya kemana aku akan pergi? ke suatu dunia baru, kota baru, profesi baru, hal-hal baru dan tanpa dirimu. Meski sulit.

Mungkin aku memang keliru, terlalu jatuh pada orang yang salah. Tidak ada jawaban itu sebuah jawaban, ketidakjelasan adalah sebuah kejelasan. Aku pun ikut salah, mengambil peran dari ketidakmampuanku dan keterlambatanku meneguhkan hati. Mengikuti alur kebingungan yang menuju tidak ada arti. 

Aku tidak ingin menuntutmu menjadi apa yang kuinginkan, cukup biarkan aku pergi dan nikmati hari-hari kita masing-masing. Jika memang ini terlihat begitu jahat untukmu, tapi apakah kamu pernah bertanya kepadaku mengapa? aku pun bukan penulis takdirku, begitu juga dirimu, hal-hal kedepan akan semakin tidak kita ketahui, jika dirasa ada penuh sekali keraguan untuk bersama mengapa aku harus melakukannya? Lagi - lagi aku hanya menghindar dari rasa sakit yang lebih, hanya berhenti membuat ruang untukmu di hati, menjauh dari hal-hal dan kenangan tentang kebersamaan, pergi menghindar dan menjauh. 

Perihal masing-masing dari kita akan bertemu orang baru yang saling menggantikan, aku harap itu yang terbaik untukmu. Seperti tulisan itu, mungkin memang kita bukan orang yang beruntung. Tapi sekali lagi takdir bukan kita yang tulis. Jangan jadikan rasa takut kehilanganku menjadi genggaman erat yang malah melukaiku secara diam-diam. Apakah kamu pernah menanyakan itu padaku? 

Izinkan aku pergi duluuu yaaa, sambil terus menerus meneteskan air mata tentunya... xixixi


Komentar

Postingan Populer