Parents vs Childfree

     Sebuah pandangan baru dewasa ini yang digaungkan oleh sebagian manusia lain di bumi, bahwa "Memilih tidak mempunyai anak lebih baik daripada mempunyai anak tetapi tidak bertanggung jawab penuh terhadap anak tersebut." Hal ini mungkin terkesan bagus, sebuah kalimat positif, namun terdengar pesimis. Mereka yang berkata seperti itu pada akhirnya berasumsi bahwa dunia ini begitu kejam, begitu tidak adil dan rusak sehingga tak mau mengambil resiko untuk melahirkan anak manusia dibumi ini. Memilih fokus kepada pasangan saja dan tak jarang berpikiran bahwa kebahagian hubungan akan menurun kalau mempunyai anak serta merasa belum siap untuk menanggung beban dan tanggung jawab pengasuhan. Tidak mau direpotkan oleh anak berasumsi menjaga populasi manusia yang sudah overpopulation dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang berseliweran.

    Menjadi mereka mungkin memang sebuah pilihan. Namun ketika kebermanfaatannya lebih banyak ketika memiliki anak, Mengapa tidak? Ketika sedari awal kita sadar, terutama sebagai perempuan menyadari bahwa dalam rahimu kelak akan mengandung seorang anak manusia yang dapat menjadi pemimpin yang arif seminimal mungkin untuk dirinya sendiri. Pastilah sebagai calon ibu sudah mempunyai bayangan persiapan apa saja yang harus dilakukan. Kita tidak bisa memungkiri tanggung jawab orang tua yang begitu besar tak semua orang sanggup dan siap. Namun, jika selalu memilki keyakinan kepada Allah bahwa semua ini adalah bentuk beribadah kepada-Nya meskipun dengan susah payah kita tetap akan mengusahakan untuk melakukan yang terbaik. Dari sinilah terlihat bahwa peran seorang ibu untuk menciptakan generasi umat yang lebih baik sangatlah besar pengaruhnya. 

    Bukan anak yang menjadi perusak kebahagian sebuah hubungan dalam pernikahan, namun cara kita memandang sebuah amanah sebagai orang tua yang salah. Menjadi orang tua memang tak pernah ada sekolahnya, namun banyak sekali diluar sana yang membagikan ilmu parenting dan pengalamannya dalam pengasuhan dan pendidikan. Oleh sebab itulah, baik pembaca maupun penulis kembali diingatkan bahwa setiap amanah memiliki beban tugas yang berbeda dan tanggung jawab yang harus dilakukan secara sepenuh hati dan terbaik dan persiapan menjadi jalan yang bisa diusahakan untuk saat ini. 

lalu, persiapan seperti apa yang sudah ku lakukan?

Komentar

Postingan Populer