Belajar bagaimana mengajar

 Mengajar menjadi hal yang mau tidak mau, suka tidak suka menjadi kewajiban bagi para guru. Kurang lebih satu semester ini belajar bagaimana caranya mengajar, bertanggung jawab dalam proses pembelajaran di kelas. Dari mulai menyiapkan RPP, Media, dan hal-hal yang mendukung lainnya sampai evaluasi pembelajaran yang perlu dilakukan. Ternyata seberat itu, tak mudah seperti yang dilihat dan memiliki tanggug jawab yang besar. Sedikit kuceritakan bagaimana hecticnya, sebelum mengajar yang perlu dipersiapkan guru adalah Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran yang isinya seperti guidance guru dalam memberikan pembelajaran, dari mulai estimasi waktu, step by step yang harus dilakukan guru dan siswa serta materi pembelajaran dan lembar kerja siswa. Belum lagi guru juga harus menyiapkan media yang dipakai ketika melakukan pembelajaran. Entah itu berupa media digital maupun analog. 

Tak berhenti sampai di situ saja, mau tidak mau suka tidak suka guru dihadapkan oleh berbagai  macam siswa yang memiliki sikap yang tak jarang seenaknya sendiri. Mungkin karena memang kebiasaan atau karena jarak umur kita yang tak begitu jauh dari mereka sehingga mereka terkesan menyepelekan. Celotehan siswa, tingkah siswa dan berbagai hal tidak mengenakan juga harus dihadapi dengan sabar. Dari siswa yang malah mabar, makan es krim, dan tidur sudah jadi hal yang sering dijumpai ketika dihadapkan dengan pemebalajaran fisika. Berkali-kali ditegaskan tapi tetap sama saja, berusaha untuk tidak marah memang hal yang baik. Namun bukan berarti membiarkan mereka. 

Berkenalan dengan mereka dan melakukan aktivitas mengajar, membuatku merasa ada kenayamanan disitu, meski gaya mengajarku masih sangatlah apa adanya dan terkesan masih belum serius dan pandai mengajar. Namanya juga belajar. Proses ketika mereka tidak paham lalu berusaha untuk paham, proses mereka tidak tahu lalu menjadi tahu, menjadi seperti buble buble di dalam mataku. Kadang juga berpikir bahwa belajar memang harus memiliki motivasi yang besar untuk menuntaskannya. Fisika bukan hal yang mudah untuk dipahami meski menurutku sangat menarik untuk dipelajari. 

Ada perasaan bahwa belum cukup ilmu untuk mengajarkan hal-hal ini, Berkuliah sekitar 3 tahun di jurusan pendidikan fisika, masih membuatku bodoh, masih belum bisa menjabarkan persamaan-persamaan yang membuatku pusing itu. Rasa takut yang besar untuk mengajarkan ilmu yang sulit ini sering muncul dipikiranku. Mari kita lihat apakah saya menyerah atau menikmati ^_^


Komentar

Postingan Populer