Memerdekan Nuansa Hati
Sebagai manusia yang lebih sering menggunakan hati daripada logika. Tidak mudah rasanya ketika sedang patah hati namun hari terus harus dijalani. Susah untuk tidak sedih ketika kecewa menghampiri, Susah rasanya tidak menangis ketika hati sedang kacau-kacaunya. Perihal hati masih terus jadi langkah sulit untuk dikendalikan. Perasaan-perasaan yang sulit untuk dijelaskan, Nuansa hati yang sering begitu berganti ditengah ketidakpastian.
Kutipan dari postingan salah satu penulis mengingatkanku akan apa yang kuhadapi bulan ini. Ketika perasaan jauh melebihi logika berpikirku, aku merasa begitu kacau. Selalu menipu diriku sendiri untuk baik-baik saja meski begitu abstrak hal yang sedang kurasakan. Meski berkali-kali setiap pagi,siang, sore, malam aku selalu mengatakan pada diriku sendiri "Masalah hati tidak boleh mempengaruhi hari." Ketika hal-hal seperti ini terjadi, berkali-kali aku mencoba untuk menghadapi, no one knows about it.
Memerdekan nuansa hati bukan berarti semua hari harus dijalani dengan senang hati, namun bagaimana kita mengendalikan kapan harus bersedih dan kapan harus tersenyum. Kapan harus menerima rasa kecewa, marah, dan patah hati. Kapan harus terus tersenyum. Semua perasaan dapat kita rasakan. Nuansa hati dan begitu banyak hal yang kulakukan dengan perasaan daripada logika tak mampu kuelakan.

Komentar
Posting Komentar