Waktunya untuk melepaskan
Seseorang datang dan pergi menjadi sebuah akibat dari waktu yang terus berputar. Tak ada yang benar benar selamanya menemanimu. Meski kau ikat dengan kesetiaan atau janji. Semuanya hanya sementara. Ruangan besar ini akan ditinggal ceritanya oleh maut atupun jalan takdir yang berbeda. Kegelapan dari ruang bercerita besar ini adalah susah nian melepaskan, bahwa cerita cerita ini tetap hanyalah cerita orang lain bukan bagian dari diri ini. Bahwa semuanya diberi waktu sementara bukan selamanya tinggal dalam ruang yang dibangun dengan ketulusan. Bahwa yang datang dengan putus asa, harus pergi dengan penuh asa. Bahwa yang datang dengan kesedihan harus pergi dengan ceria. Bahwa yang datang itu memberi, maka aku harus lebih banyak menemani.
Sadar dengan susah payah membangun ruang bercerita besar ini bukan membuat mereka terjebak oleh waktu. Tapi memberikan mereka tempat untuk bercerita dan semua akan baik-baik saja. Mungkin egoku terlalu tinggi harapanku terlalu luas. Padahal diri ini tak pernah punya kuasa oleh waktu. Ruang bercerita besar ini tak akan pernah penuh oleh sebagian atau banyak cerita. Karena kapasitasnya yang sengaja dibuat tak hingga. Namun kali ini harus terpaksa tutup.
Sang pemilik ruang bercerita besar ini sedang tak sanggup menerima banyak hal kepergian. Sedang belajar bagaimana menyimpan rindu diam diam. Dan mengikhlaskan tanpa tapi. Dari tujuh bulan di tahun yang begitu indah ini. Berjumpa dengan perpisahan adalah ujung paling menakutkan dari bertemu, dan itu terjadi berkali-kali dalam hidup. Namun perpisahan 2 hal yang terjadi secara kurun waktu yang dekat membuatku perlu waktu yang banyak untuk melepaskan.
Perpisahan yang pertama aku dengan Rumah kentongan ireng. Tempatku tumbuh selama lebih dari setengah hidupku sekarang. Perpisahan yang kedua adalah Asrama ndoro putri. Tempatku belajar banyak hal tentang membangun Ruang bercerita besar ini. Aku adalah seseorang yang paling sering berkunjung ke ruang besar ini butuh waktu untuk jeda dan manusia manusia lain penghuni sementara ruang bercerita besar ini, kupaksa mengambil jeda juga.
Aku tak pernah tau, kapan ruang bercerita besar ini bisa kembali buka. Menampung banyak cerita dari manusia manusia disekelilingku, yang jelas aku sedang belajar melepaskan kalian semua agar dampaknya tak begitu besar bagiku. Karena 2 kejadian perpisahan tahun ini sangat besar dampaknya bagiku. Perpisahan dengan penghuni ruang bercerita besar kukira harus mulai kucicil juga.
Seperti ritual akhir ruang bercerita. Aku berdoa kalian tetap jangan pernah berhenti langkahnya. Semoga hari hari setelah ini menjadi hari yang selalu membuat kalian bersyukur.
Yang rindu Slogan 24/7 siap mendengar cerita, pendam dalam dalam. Pemilik dan pengunjung paling sering dalam Ruang bercerita besar saat ini sedang belajar untuk melepaskan seseorang atau hal yang begitu amat dalam di hatinya.
Terima kasih kalian semua. Aku sayang kalian semua.

Komentar
Posting Komentar