Memupuk kesadaran

    Kehidupan dan masalah yang selalu menyertainya, masalah ekonomi, masalah kesehatan, masalah pendidikan, masalah politik, masalah kemiskinan, masalah kejahatan dan masih banyak masalah-masalah lain dalam hidup, seperti masalah jodoh yang kadang sering bikin galau di malam-malam menjelang pagi para kaum milenial. Kali ini aku bukan mau menuliskan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya, soalnya bisa aja nih tulisan ini juga bisa jadi masalah. Setiap masalah pasti ada solusi dan setiap kita bisa jadi diantara dua hal itu, Apakah kita bagian dari masalah atau bagian dari solusi? dah jelas jika kita bisa memilih pasti kita akan memilih jadi solusi. Tapi ditempatkan di dua hal ini juga sama beratnya, yang baik atau solusi itu sendiri juga berat tanggung jawabnya. Tapi yang jadi masalah juga berat menjalankannya. 

    Sebelum masuk ke solusi dari permasalah permasalahan yang ada di hidup ini, poin paling pertama menurutku adalah memupuk kesadaran. Sadar dulu ini masalah atau bukan? sadar dulu kita itu bagian dari masalah atau tidak? jangan-jangan kita sibuk mencari solusi padahal kita sendiri yang jadi masalah. baiklah, ngomongin sadar gk sadar emang susah yaa, ini berkaitan banget sama kepekaan kita terhadap lingkungan hidup sekitar kita. Peka gk melulu tentang perasaan ma doi, peka dalam artian yang lebih luas. Seharian kita diberi waktu yang sama 24 jam gk ada yang lebih dan gk ada yang kurang, sama persis. Tapi dari 24 jam itu masing-masing dari kita berbeda-beda dalam menjalani hidup. Ada yang pergi pagi ke kantor pulang larut malem, ada yang pagi kuliah sore ngajar malem kerja, ada yang seharian berjualan kesana kemari ada yang berkeliling dari rumah ke rumah, ada yang berjalan berkilo-kilo meter, ada yang cuma 10 menit dari tempat kerja, dah jelas banyak hal yang bakal dilewati dan dijumpai dari masing-masing kita dalam kurun waktu 24 jam, jelas gk ada yang sama. Begitu juga masalah kepekaan.

    Ada yang pekanya terus menerus dan ada yang pekanya bisa on off gitu, karena masing-masing dari kita punya hati dan nurani pastilah rasa peka itu pasti ada. Cuma ya gitu, bisa on bisa off juga. Pasti pernah kan liat ada orang yang masih muda tetep aja duduk padahal didepannya ada ibu-ibu bawa belanjaan banyak yang berdiri. Kalo kita pekanya luar biasa dan kita duduk ya kalo bisa ditawarkan tempat dudukmu ke ibu itu, atau kalau kamu berdiri ya minta tolong orang yang duduk tadi berdiri. Namun itu dia, peka bisa off juga kalau gk dibiasakan untuk sering-sering liat sekitar. Tempat duduk di angkutan umum aja udah jadi masalah kan ? hal kecil kecil seperti ini yang kadang kita abai, dan fokus ke masalah-masalah besar yang kalo kita breakdown lagi pasti harus pakai langkah kecil menuju solusinya. 

    Tapi peka pun tak bisa langsung kita peroleh, karena kebiasaan-kebiasaan yang sering kita lakukan yang makin hari makin mengasah rasa peka ini sendiri. Peka kalau disekitarmu ada orang yang membutuhkan bantuanmu, Makin kita peka terus, kita juga bakal makin sadar, sadar akan masalah-masalah disekitar lingkungan hidup kita yang ruwetnya minta ampun. Sadar kalau masing-masing dari kita harus bisa menjadi bagian dari solusi. Mari kita belajar menjadi para orang orang yang memberikan solusi. 

   Sadar ga sadar jangan halu terusss:v

Komentar

Postingan Populer