Hujan Bulan Juni

 "Orang yang memaknai kehidupan adalah orang yang pernah kehilangan." Ibu Atalia, Ibunda Eril

Entah seberapa banyak air mata yang sering keluar ketika melihat berita, foto, tulisan-tulisan dan juga cuplikan video tentang Emeril Khan. Di bulan juni tahun ini menjadikanku merasakan "Hujan bulan Juni" tentang banyak hal yang pada akhirnya harus kita ikhlaskan. Masih teringat waktu pertama kali Raga ini membaca novel karya Sapardi Djoko Damono "Hujan Bulan Juni" tentang seorang laki-laki yang teramat cinta pada perempuan, dan kekhawatirannya yang terlalu besar. 

Hujan Bulan Juni

"tak ada yang lebih tabah 
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbungan itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif 
dari huan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan 
diserap akar pohon bunga itu"

Puisi ini tentang rindu dan kasih sayang yang tak terucap dengan tabah bijak dan arif dirahasiakan.

Kepergian Eril di Bulan Juni tahun ini cukup menjadi sebuah pengingat bahwa kisahnya abadi dan dikenang banyak orang. Seantero Nusantara tau kisahnya. Mengharukan dan penuh duka mendalam. Banyak yang tak pernah kenal dengannya, dengan siapa itu sebenarnya Eril hingga kepergiannya. Namun doa-doa selalu terucap dari mulut Raga yang melihat kisahnya. Tentang kasih sayang orang tua yang tak terkira dan tabah. Tentang bagaimana mengikhlaskan apa yang kita sayangi untuk hal yang lebih baik. 

Kali ini dari Eril kita banyak belajar untuk memaknai kehidupan yang sementara ini, bahwa semakin hari semakin teringat bahwa tempat pulang paling abadi adalah ilahi. Bahwa mengikhlaskan adalah cara terbaik untuk terus hidup. Tak terbilang kasih sayang dan tak terputus doa padamu. 

Terima kasih Eril, meski Raga ini tak pernah mengenalmu sebelum kepergianmu. Namun dirimu tetap menjadi salah satu kisah yang terindah di Bulan Juni tahun ini. Eril orang baik dan kisahmu yang luar biasa. Doa-doa baik pun dipanjatkan untukmu, untuk jiwamu yang tenang di surga. 



Komentar

Postingan Populer