Payah

 Karena semua butuh ruang untuk sejenak mengatur ritme. Hidup kita sering kita paksa melaju begitu kencang, berlomba lomba sampai duluan. Sering diimbangi dengan begadang, lemburan, dan part time, freelance sana sini. Sampai lupa rasanya bernafas. Tidak heran, jika makin hari makin hilang peduli. Hidupnya saja sudah seperti tak pakai hati. Ambisinya besar, cita citanya tinggi, mimpinya pun mengiringi, tak kalah menakjubkannya. Semangatnya masih berapi-api. Kata orang itu namanya jiwa muda. Namun, sekarang beda. Mereka yang sering disebut pemuda pemudi bangsa, mulai lemah Raganya, rentan mentalnya. Dihabisi obsesi dunia semata. Yang terus berlari hingga sebenarnya tak tau untuk apa. Yang gila gila an mengisi jagad dunia maya, agar adSencenya ada. Mereka, aku kita dan juga mungkin kamu, adalah anak manusia yang terlahir digejolak perubahan sosial budaya. Pada zaman teknologi mengubah sudut pandang kita mengenai hidup. Berhimpitan dengan cipta karsa teknologi manusia yang begitu canggihnya. Seruan untuk memanusiakan manusia tak ubahnya hanya seruan untuk sebuah kepentingan oposisi? Karena yang ditunggu bumi adalah bukti nyata yang tak kian ada dari manusia. 

Aku terus berucap pada diri ketika merasa begitu payah, "Apakah mungkin ini hal yang aku inginkan?" Sebuah pertanyaan dilematis muda mudi umur 20an. Sering orang bilang sedang mencari jati diri. Atau simplenya aku sering sebut sedang bingung-bingungnya. Ada juga orang bilang ya namanya juga QLC. I don't care about it. 

Kepayahan yang terus dibungkus dengan ucapan "ini hanya sebuah kegagalan. Kemenanganmu dapat kau raih besok, masih banyak kesempatan" terus berulang-ulang sampai akhirnya kembali mempertanyakan hal itu. Kadang menerima kepayahan bahwa memang bukan jalanmu di situ adalah bentuk lain dari sebuah pencarian itu sendiri. Namun bukan berarti harus menyerah. 

Mereka, aku dan mungkin juga kamu sering merasa tertinggal, padahal hidup bukan sebuah perlombaan atau mungkin juga sebuah perlombaan? Ketika kita disuruh berlomba lomba dalam kebaikan ? I don't know about it. But, just believe to yourself that everyone is unique and different. Seutuhnya kendali ada padamu dan tercipta oleh-Nya. What's your goals? Focus to reach it. Namun hidup begitu indahnya. Penuh warna. Kadang membiru, kelabu, memerah, dan tak jarang perlu tuk hitam dan kembali putih. Memaksa dirimu untuk kuat, adalah alibimu untuk lari dari segala perasaan yang perlu dirasakan. Berhimpit dengan teknologi bukan berarti kita hilang rasa untuk mengkasihi. Teknologi sebuah piranti. Karena segala pengetahuan, dirimu yang temui. 

Selamat menempuh hidupmu. Hati hati di jalan.


Komentar

Postingan Populer