kitakaze

Semut-semut merah itu pun berbaris berjalan melintasi pintu depan ke ruang makan, menuju meja besar yang ada di tengah. Namun payah, satu diantara mereka semua malah memilih pergi meninggalkan barisan. Entah apa maksudnya barangkali ia lelah terus dalam koloni ini. Berkali-kali semut lainnya memaksa dia untuk kembali, bahkan menyeretnya. Namun sia-sia, keputusannya sudah bulat, tak bisa berubah meski itu yang meminta adalah sahabatnya sendiri. 
"Tidak Ugy, aku harus pergi ke arah sana" sambil jarinya menunjuk atap ruang makan itu.
"Kenapa Azabu, tak usah pergi. Itu sangat berbahaya untukmu, kau tau bahwa tak ada satupun dari kita yang bisa bertahan hidup sendirian. Semua akan tetap hidup jika kita bersama. Kita keluarga dan hidup bersama dalam koloni ini adalah sebuah takdir Tuhan untuk kita. Menjalani semua aktivitas dengan bekerja sama."
"Tidak Ugy, aku tak mau hidup seperti ini terus. Aku ingin mencoba untuk menulis hidupku sebagai semut yang berbeda."
"Azabu, tapi ini sangat bahaya. Tak pernah ada satu pun dari kita yang selamat hidup panjang ketika mereka memilih untuk hidup di luar koloni."
"Aku sudah tau itu Ugy, diperpustakaan Paman Harvey aku sudah membaca tulisan jurnal-jurnal yang mengisahkan perjalanan mereka yang pergi dari koloni dan memang tak ada satu pun yang selamat, sekitar 2 minggu mereka sudah tak ada kabar lagi."
"Kau berarti sudah tau semua fakta ini Azuba, lalu kau mau mencari apa ? bukankah ini sama saja dengan menjembut kematianmu sendiri?"
"Tidak, tidak seperti itu Ugy, yang aku tau dijurnal hanya tertulis bahwa mereka tak ada kabar lagi, bukan kabar bahwa mereka mati. Dengarkan baik-baik Ugy, setiap dari kita berhak untuk memilih jalan hidupnya masing-masing tanpa ada paksaaan. Aku sudah memilih untuk pergi dari koloni ini, dan aku tak bisa mengatakan apa alasannya kepadamu. Kau cukup tau saja bahwa tepat ketika Angin berhembus kencang di bulan purnama satu tahun lagi akan ada peristiwa besar. Bersiaplah."
"Azuba, apa ini? yang benar saja. Bukankah tahun itu adalah tahun kelahiranmu?"
"Benar Ugy, oke baiklah aku sepertinya akan pergi ketika tepat barisan ini sampai di kaki meja itu." 
"Azuba, kau tega meninggalkan temanmu satu satunya ini .?"
"Ugy, percayalah. Ini semua akan baik-baik saja."
Tepat ketika barisan ini mulai naik, Azuba pergi meningggalkan koloni ini. Dia pergi menjauh ke arah utara hendak menuju atap ruang makan itu. Entah apa yang sebenarnya ia cari, atau hanya penasaran saja. 

Komentar

Postingan Populer