baca buku #1 (The Psychology of Money)

Kali ini Raga mau sekilas review buku yang ku baca, Buku kali ini berjudul "The Psychology of Money" ya, salah satu buku international best seller tahun 2021. Aku mau cerita dulu, setiap kali aku beli buku, pasti aku beri tanggal bacanya atau kalau enggak tanggal belinya, tapi anehnya buku kali ini aku kelewat, dan dah lupa momentnya pas apa. kalau gk salah aku beli bulan september 2021? I don't know . Sepertinya iya sepertinya juga tidak, yang aku inget aku waktu itu nekat hujan-hujan menjelang isya ke togamas, gk tau kenapa pengen aja. Pas di togamas seperti biasa muter muter dulu, dan selalu timbul rasa pengen beli novel, tapi selalu kepikiran kalau "ah jangan dulu lah" sampai akhirnya aku beli 2 buku, satunya buku ini dan satu lagi buku yang akhirnya ku kasihkan ketemenku. hehe. Masih inget juga waktu itu aku pelanggan terakhir yang ada di Togamas. ckck. Alasan beli buku ini, sebenarnya gk ada alasan juga sih, cuma pengen baca aja, dan baru sempet untuk baca bulan januari kemarin 

Buku ini cukup sulit untuk dibaca oranng-orang yang tidak suka buku self improvement. Selain itu juga, buku ini adalah buku terjemahan, jadi tak heran kalau ada banyak kalimat yang susah untuk dipahami. Tapi ini cukup aku rekomendasikan untuk orang-orang yang punya curiosity tinggi terkait keuangan dan cara pandang kita terhadap uang. Terdiri dari 20 bab dengan jumlah halaman 238 aku bisa kategorikan sebagai buku yang sedang. Tidak terlalu tebal, tapi tidak bisa langsung dibaca sekali duduk. 

Pada bagian pengantarnya penulis mengatakan bahwa 

Mengelola uang dengan baik tidak ada hubungannya dengan kecerdasan anda dan lebih banyak berhubungan dengan perilaku anda. Dan perilaku sukar diajarkan, bahkan kepada orang-orang yang sangat cerdas.

 Kita jarang diajari atau bahkan tidak pernah diajari untuk mejadi lebih baik dalam keuangan pribadi. Apakah kita harus menabung untuk persiapan masa sulit? mempersiapkan masa pensiun ? dan apakah kita mempunyai pandangan realistis mengenai apa yang dilakukan dan tidak dilakukan uang kepada kebahagiaan kita ?

Dalam buku ini dituliskan mengapa kita seperti itu, bahwa karena kita berpikir dan diajari mengenai uang dalam cara-cara yang terlalu mirip fisika (dengan aturan dan hukum) dan tidak  seperti psikologi (dengan emosi dan nuansa). 

Semua yang kita lakuakan di dunia ini berkaitan erat dengan uang. Meski uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Saat ini kita tak bisa pisah dengan uang, uang dan bagaimana kita berperilaku terhadapnya. Uang pun juga mempengaruhi kita. 

Seperti judulnya, buku ini bukan memberikan tips terkait keuangan tetapi bagaimana kita berperilaku terhadap uang, melihat keuangan dari sudut pandangan psikologi dan sejarah. Banyak cerita tokoh-tokoh orang kaaya yang di jelaskan disini, baik itu mereka yang sukses maupun yang harus menanggung kegagalan, dan semua cerita erat kaitannya dengan perilaku tokoh tersebut.

Di buku ini banyak sekali istilah istilah keuangan, investasi, ekonomi, yang mungkin terdengar asing. Untukmu yang berpikiran bahwa setelah membaca ini dirimu akan menjadi hemat, aku akan katakan mungkin saja iya, karena keseluruhan dari isi buku ini lebih menceritakan dan memberikan insight  mengenai bagaimana kita berperilaku terhadap uang. Terkadang memberikan sudut pandang berbeda dari apa yang sering kita lihat. 

Pada bab 8, berjudul "Paradoks orang dalam mobil" cukup membuka pandanganku terkait kekayaan. Benar yang dituliskannya bahwa 

 ada paradoks : orang cenderung ingin kekayaan memberi sinyal kepihak lain bahwa dia harus disukai dan dikagumi. Kenyataannya, orang lain sering tak mengagumi anda, bukan karena mereka tak menganggap kekayaan harus dikagumi, melainkan karena mereka menggunakan kekayaan anda sebagai patokan untuk hasrat mereka sendiri disukai dan dikagumi.

Kita sering tanpa kita sadari hanya butuh validasi dari orang lain, butuh pengakuan dari orang lain untuk dikagumi dan dihormati dan mengunakan uang untuk membeli barang mewah, padahal hal itu boleh jadi tidak mendatangkan kekaguman maupun kehormatan.  Dan hal ini bisa menjadi masalah besar, karena kekaguman dan kehormatan didapat bukan karena kekayaan namun kerendahan hati, kebaikan, dan empati. 

Mungkin agar temen-temen lebih tertarik membacanya bisa aku tulis daftar isi buku ini

Pengantar : Pertunjukan terbesar di Bumi

1 : Tak seorangg pun gila

2 : Keberuntungan dan resiko

3 : Tak pernah cukup 

4 : Penumpukan membingungkan

5 : Menjadi kaya vs Tetap kaya

6 : Anda menang undian

7 : kemerdekaan

8 : Paradoks orang dalam mobil

9 : Kekayaan adalah apa yang anda lihat

10 : Menabung uang

11 : Masuk akal > Rasional

12 : Kejutan!

13 : Ruang untuk kesahalahan

14 : Anda akan berubah

15 : Tidak ada yang gratis

16 : Anda dan saya

17 : Godaan pesimisime

18 : Ketika anda percaya apa saja

19 : Bersama-sama sekarang.

20 : Pengakuan

tambahan : sejarah singkat mengapa konsumen AS berpikir sebagaimana mereka berpikir

        Buku ini lebih menjelaskan berbagai pengalaman milyader milyader dalam kehidupan mereka. Memberikan berbagai kasus yang dapat menjadi pembelajaran untuk kita. Pada halaman 196 pada buku ini diberikannya beberapa saran  agar kita dapat membuat keputusan dengan baik terhadap uang 

1. Usahakan bersikap rendah hari ketika keadaan baik dan memaafkan/welas asih ketika keadaan buruk

2. Kurangi ego, tambah kekayaan.

3. Kelola uang anda dalam cara yang membuat anda bisa tidur pada malam hari.

4. Jika anda ingin mendapat hasil lebih baik sebagai investor, hal paling dahsyat yang anda bisa lakukan adalah memperpanjang cakrwala waktu.

5. Santai saja dengan banyak kesahalahan. anda bisa keliru dalam setengah dari semua kesempatan dan tetap untung.

6. Gunakan uang untuk mendapatkan kendali atas waktu anda.

7. Jadilah lebih baiik hati, jangan pamer.

8. Menabung. Menabung saja. Tak perlu alasan khusus untuk menabung.

9. Temukan biaya keberhasilan dan bersiaplah membayarnya.

10. Junjung tinggi ruang kesalahan.

11. Hindari ujung-ujung ekstrem keputusan uang.

12. Sebaiknya anda suka resiko karena seiring waktu, ada imbalannya.

13. Ketahui permaianan yang anda lakukan.

14. Hormati ketidakpastian.

Semua saran diatas tentunya tak bisa kita ambil mentah-mentah. Untuk memahami semua saran itu tentunya paling baik kita harus membaca bukunya. Hanya sedikit yang mungkin bisa aku simpulkan bahwa semua orang perlu memahami mengenai uang, dan untuk tindakan terkait uang seperti akan menabung atau investasi semua itu hal baik dan setiap orang punya tujuang kemandirian dalam finansialnya masing-masing. 


Komentar

Postingan Populer