tak tau apa
Untuk tempat yang belum pernah ku datangi dan jalan yang belum pernah ku lewati. Terima kasih ucapku pada angin yang semoga sampai padamu. Menikmati detik demi detik berlalu di kereta yang melaju begitu cepat serta kata-kata yang sekarang sudah mulai menguap ke udara. Menyusuri waktu melewati buku-buku, dan lorong itu? biru yang membisu serta perjalanan yang duduk terdiam.
Dan cemas yang selalu datang, perasaan bersalah yang selalu menyapa hingga saling tak mau ulangi lagi untuk hal-hal yang belum pasti. Seperti saling menyimpan pesan untuk diri masing-masing. Penutup taun masehi dihari raya umat lain yang cukup bisa dikenang untuk kita anak manusia yang berjumpa di titik nol. Saling membawa masa lalu masing-masing dan berjalan pada sumbunya.
Terkadang riuh, tawa, dan saling terdiam untuk suatu masa. Saling sibuk dalam pikirannya masing-masing. Jika esok tau bahwa anak manusia ini tak saling bersama, mungkin kata itu yang akan mengurai semua. Yang satu berisik dan yang satu berjalan cepat. Tak semua harus terucap. Seperti ada yang tak bisa terucap oleh kata dan tak sempat tertulis oleh tinta. Makna bahagia ataupun luka.
Seperti semua ada awal mulanya, esok masih lama dan sekarang masih enggan lupa. Semoga angan yang tak pasti ini masih terus saling disimpan hingga ucapan selamat tinggal tak pernah mengudara. Dan perihal maaf, kita tak lagi saling ucapkan.
lalu ?

Komentar
Posting Komentar