Sandwich generation
Untuk beberapa orang, sebutan "Sandwich Generation" mungkin maish asing di telinga. Namun tentu tudak untuk mereka yang sering menyelami dunia maya dan tulisan tulisan di internet. Istilah in sebenarnya sudah cukup lama di kenal, dan dipopulerkan oleh Dorothy Miller pada tahun 1981. Sandwich generation adalah sbeuah kondisi dimana sesoarang memiliki peran ganda menjadi anak dan menjadi orang tua diwaktu yang bersamaan. Sedangkan untuk rentang waktu orang yang biasa mengalaminya adalah rentang umur 30-50 tahun.
Sandwich Generation adalah posisi yang sangat dilematis dan cukup membuat seseorang dibawah tekanan. Untuk beberapa orang yang sudah mapan dalam hal finance masih saja terbebani dalam hal psikologi. Namun yang perlu ditekankan adalah Merawat orang tua adalah salah satu Ibadah pun begitu merawat anak. Dua hal yang sama pentingya. Hal-hal yang mungkin perlu di perbaiki adalah sudut pandang kita serta mindset terbuka untuk pengelolaan uang. Menyisihkan uang untuk dana pensiun dan dana pendidikan. Semunya menjadi penuh perhitungan ketika status sudah tak jadi lajang.
Namun namanya juga hidup, tidak semua yang kita perhitungkan sama persis dengan realita. Hal-hal diluar apa yang kita kira menjadi sebuah kejutan. Hari-hari yang melelahkan, hari-hari tersenyum bahagia silih berganti. Bulan bulan yang berat dan bulan-bulan yang ceria selalu saja hadir. Tak apa jika haris menjadi sandwich generation atau malah menjadi tulang punggung keluarga. Hidupmu berarti apapun keadaannya. Baikmu, burukmu, sukamu, dukamu, semua tentang bagaimana kamu menyikapi suatu hal.

Komentar
Posting Komentar