CUE#3
tidak tahu mengapa blog ini malah jadi tempat curhat segala masalah hidup. dan untuk pembaca setia yang sebenarnya tiak ada. Ikuti saja alur ceritanya.
semester ini sungguh jadi semester yang diriku benar-benar tersadar bahwa aku salah jurusan. Ya, memang telat sadarku. Kenapa aku menyimpulkan seperti itu? ya karena untuk menjalani saja sudah susah dibuatnya. Untuk berfikir positif bahwa aku bisa melewati dengan baik-baik saja itu pun sudah susah.
Hampir satu bulan Raga ini dipaksa berlembur, mengisi siang dengan beraktivitas pun juga malamnya. Itu saja sudah banyak hal yang terlewat begitu saja, sesal,kecewa dan tidak baik-baik saja. Namun hidup bukan untuk dikeluhkan cukup dijalani saja. Pasti ada jalan keluar, pasti ada akhir, yakin Allah bersama kita.
Benar saja, yang jadi penyemangat bukan ambisiku untuk mengejar cita-cita, karena ku tau untuk kesekian kalinya kecewa, namun sesederhana melihat diri ini di masa depan akan jadi ibu, istri dan segala hal yang menyertai peran itu. Hari ini tidak ada apa-apanya dengan hari-hari yang kelak akan kulewati, hari ini aku hanya sibuk dengan diriku sendiri. Dan entah kapan waktunya, aku akan disibukan dengan peranku yang banyak itu. Optimisku peran itu akan datang, dan aku tidak mungkin lagi menghindarinya.
Ketika terjebak dengan kebosanan dengan hal-hal yang fisika banget, mungkin saja aku bisa menghindar untuk memperdalam ilmu pendidikan. Ketika sudah stuck dengan rutinitas kuliah di pendidikan fisika, mungkin saja aku mencari pelarian di organisasi, Ketika hari-hari berat untuk menghadapi kuliah, aku masih bisa mencari rehat dengan diskusi tentang sosial humaniora.
Namun tidak dengan orang tua, entah bosan, stuck, emosi di pekerjaan. Semuanya harus dihadapi dengan ikhlas tanpa lagi memikrkan diri sendiri, menurunkan ego untuk kehidupan anaknya. Tanpa lelah tanpa rasa bosan, demi kehidupan anak manusia.

Komentar
Posting Komentar