berkabut
Banyak yang pada akhirnya menjadi diam, tak mampu disampaikan pada udara untuk akhirnya terdengar manusia. Membiarkan pikiran kusut, yang tak pernah berhenti mencari benang merahnya. Mengabaikan perasaan yang lelah dibuatnya. Terkadang semuanya tak harus seperti apa yang kita inginkan, dan mungkin saja kecewa datang bukan untuk kita rasakan. Mencoba membiarkan waktu berputar begitu saja tanpa ada rasa takut kehilangan dan tertinggal olehnya memberikan rasa sedikit tenang dan kepastian bahwa hidup tak selalu tentang siapa yang paling cepat. Detik-detik yang selalu kau abaikan sekarang menjadi benar-benar nyata keberadaannya, bahwa setiap insan di dunia tak pernah mau menjadi yang kedua meski perlombaannya dengan dirinya sendiri. Meski kalimat "kamu terlalu banyak beralasan"menjadi semakin sering terdengar.
Seandainya manusia tau apa yang akan terjadi kedepan dalam hidupnya, mungkin saja usaha akan menjadi hal paling murah didunia, dan keberhasilan menjadi biasa saja. Namun kenyataannya bukan seperti itu, masing-masing dari kita diberi tugas untuk berusaha, sekecil apapun itu, Sesederhana berusaha untuk terus mengingatkan mereka untuk tetap tersenyum meski banyak hal yang tak indah selalu saja hadir. Meski dibalik kata "Semangat" ada ribuan hasutan untuk menyerah. Meski dibalik "senyumnya" sudah ada sedih yang selalu ia tutupi. Karna hidup bukan hanya tentangmu, setidaknya melihatmu bahagia bisa menjadi penghantar kebagahian orang lain. Bisa saja, melihatmu tetap tersenyum meski tugas, kesibukan, pekerjaan, dan segala tuntutan yang ada selalu menghantuimu menjadi motivasi untuk orang lain tak mudah menyerah.
Menjadi dan mencari kehidupan yang di impikan itu susah. Menjadi kembali semangat setelah ribuan kali kecewa datang tak semudah mengetikannya, Menjadi kembali tersenyum setelah banyak hal yang membuatmu menangis itu butuh waktu. Namun percayalah bahwa semua orang tidak harus tau apa yang sedang kamu pikirkan dan apa yang sedang kamu rasakan, percayalah bahwa hidupmu bukan hanya tentangmu. Bahwa jutaan mahkluk juga sama-sama hidup di semesta ini. Dan tentang kehidupan yang tidak baik-baik saja, masih saja susah untuk kita urai alur ceritanya. Menjadi sempurna tetap rahasia.
Di Ruko malam itu dua orang anak manusia sedang bingung untuk memilih jurusan kuliahnya taun depan. Merasa tak pernah suka semua mata pelajaran membuatnya hampir frustasi. Mungkin itu wajar saja untuknya dimana ia hidup dan tumbuh di lingkungan yang tak pernah membuatnya kesusahan. Lain halnya dengan dia yang untuk memikirkan besuk makan pakai apa saja sudah membuatnya sedikit cemas, bukan karena ia bingung memilih tapi karena ia tak memiliki uangnya. Mereka sama-sama berusaha untuk keluar dari rasa frustasi, cemas dan kebingunganya masing-masing meski kehidpuanya sangat berbeda jauh.
Masih saja sama, kemarin, hari ini dan mungkin saja esok hari. Hal-hal yang tersimpan memang bukan untuk kita bagikan. Percuma menjelaskan meski kadang membuatmu lega. Ketakutan bahwa akhirnya sia-sia menjadi alasan bijak untuk tetap membisu dan tak mengutarakan alasan kenapa masih saja keras pada hal yang masih bisa dibicarakan. Tulisan ini pun tak pernah sampai untuk menjelaskan apa sebenarnya tujuan.

Komentar
Posting Komentar