perempuan #1

Apakah benar mereka telah merealisasikan persamaan yang mereka agungkan atau persamaan itu hanyalah fatamorgana yang dikira air oleh orang yang haus padahal sejatinya hanyalah ilusi?

Apakah seruan mereka seputar perubahan dan perbaikan dalam peraturan pergaulan yang isinya bertentangan dengan pemahaman islam, apakah itu kalung keberhasilan atau tali kematian?

Sebenarnya berbeda dengan mereka, muslimah sudah diberikan haknya secara penuh tanpa harus berjuang, tanpa melakukan protes dan aksi mogok. Hukum islam telah memenuhi haknya secara penuh sejak dari awalnya. 

Seharusnya bukan malah taqlid (meniru) penyelesaian masalah yang digunakan mereka. Mengimpor ide feminisme yang islami atau menjadi feminis islam, bukan sebuah penyelesaian malah terkesan memaksakan. Silaunya mata ini memandang dunia barat yang tak henti-hentinya untuk terus menuju kesana tanpa tau apa yang menjadi alasan awal bermulanya.

Ketika islam membagi peran publik yang lebih besar kepada laki-laki dan peran domestik yang lebih dominan bagi perempuan, bukan berarti laki-laki lebih mulia dibanding perempuan. Pun ketika perempuan tergantung secara ekonomi kepada laki-laki bukan berarti laki-laki bisa semena-mena terhadap perempuan. Ketertindasan perempuan bukan hanya karena pandangan patriarkis di tengah masyarakat yang juga ikut dilabelkan pada agama islam. 

Realitanya memang begini, perempuan dengan segala kekompleksannya menjadi hal yang perlu di perhatikan. Tak jarang kita liat, ribuan perempuan berteriak, memaki, dan berseteru karena ingin memperjuangkan hak atas tubuhnya. Tak sedikit pula perempuan yang berduyun-duyun menjual dirinya terpaksa oleh keadan ekonomi yang menjepitnya. Dan tak bisa dipungkiri banyak juga yang bersuara dengan halus tentang seberapa mulia seorang perempuan dalam islam.

Banyak sekali paradoks terjadi di diri perempuan. Tercipta dari tulang rusuk membuatnya kuat sekaligus lemah di waktu yang bersamaan. Kita melihat dunia dipenuhi dengan segala hal yang belum kita ketahui, sedikit kata ini juga mewakili bahwa banyak hal yang belum kuketahui sebagai penulis.

bersambung di lain waktu


Komentar

Postingan Populer