CUE#2
Tumbuh dewasa memaksa sebagian dari diri ini menerjang banyak segala ketakutan. Membiarkan jatuh di lubang yang sudah jelas kita tahu dari awal. Sedikit banyak menyakitkan tanpa arah dan tujuan. Kadang hidup terlalu lucu untuk tidak ditertawakan. Mulanya dari saripati tanah berubah jadi makhluk yang paling menyebalkan. Termasuk aku dan segala hal yang membentuk diriku. Bukan tak bersyukur adanya, tapi coba kita telisik lagi seberapa menyebalkannya ia, rakus, dan kadang tak punya malu.
Untuk esok, ceritaku tak kunjung selesai. Dari A loncat ke B, belum usai dengannya beralih ke C. Ceritanya banyak, dan mendengarkannya cukup membuatku merasakan sedikit apa yang mereka rasakan. Kadang orang paling dekat yang kita harapkan bisa melindungi berubah jadi pisau yang paling tajam tuk menyakiti. Kadang kecewa hadir saja dari segala ekspektasi mengenai bagaimana dunia haris bekerja. Kadang terjebak dengan rasa bersalah di masa lalu membuatnya tak pernah berjalan maju barang selangkah. Belum lagi ditambah dengan segala macam kecemasan yang timbul dari interaksi kita dengan dunia maya, sosial media. Melihat banyak hal yang tak kunjung kita raih, melihat banyak hal yang membuat kita seakan-akan tertinggal. Tuntutan hidup dan ekspektasi keluarga. Melihat segala macam kerakusan yang terjadi di kursi-kursi pejabat dan seringnya merasa bahwa semua ini tidak pernah adil untuk mereka yang rentan hidupnya.
Banyak manusia lain yang sebenarnya diharapkan bisa menyelesaikan masalahnya malah bikin kecewa. Tak kunjung mengakhiri cerita ini membuat aku lelah sendiri. Tapi disisi lain, terisi kembali. Mungkin memang beginilah hidup, membiarkan dirinya tumbuh dan kuat dari segala hal yang tidak mengenakan. Mungkin A tak pernah usai masalahnya, dan aku setia saja mendengarkan. Mungkin juga B tak pernah bisa beranjak pergi dari kebiasaan buruknya dan aku tetap setia berada di sampingnya. Mungkin juga C tak pernah kuberi solusi karena memang beginilah diriku dan dirinya. Mereka sedang tumbuh di media tanam mereka masing-masing dengan tanah, cahaya, dan air yang tentunya berbeda dan Aku ? masih sama saja, menerka-nerka, menjadi manusia yang air matanya tak pernah berhenti ketika sudah jatuh untuk pertama kali. Mungkin memang baiknya tak pernah ada yang tau apa yang disembunyikan. Membiarkan yang rahasia sempurna rahasia.
Cerita untuk esok, diriku, dirimu, dan semua hal yang akan datang di masa depan adalah kumpulan puzzle saat ini. Untuk esok dan segala hal yang akan terjadi semoga diriku baik-baik saja dan untukmu esok, semoga ada banyak hal yang membuatku baik-baik saja. Aamiin

Aamiin
BalasHapus