:(

 Hari yang tak pantas kita lupakan, hari dimana kita dapat tersenyum bahagia. Jika esok tak ada lagi, setidaknya kita pernah merasa. Pada waktu yang diciptakan-Nya untuk kita ada, detiknya terus bertambah. Pada malam yang enggan kau tinggalkan, tidurmu dan segala mimpi serta doa yang kau panjatkan semoga baik adanya. Dan ingatlah pada siapa kita pulang, pada siapa kita diciptakan, pada siapa kita dimiliki. Tak pernah ada kata yang pantas kita Agung kan selain-Nya. Bahkan kita tak pernah ada jika bukan kehendak-Nya. dan tulisan ini tak pernah bisa dituliskan jika bukan kehendak-Nya. 

Semoga dan selalu aku semogakan, siapa saja yang membaca ini selalu dalam bahagia dan rasa syukur yang tak pernah terputus. Untuk hati yang sedang sedih karena mimpinya tak pernah bisa di raih lagi. Untuk hati yang kecewa karena banyak hal yang tak pernah terjadi. Untuk mereka yang telah lelah bekerja untuk sebuah nafkah keluarga. Untuk mereka anak pertama yang diberi beban keluarga. Untuk mereka anak kedua, ketiga dan seterusnya yang selalu dalam bayangan ekspektasi orang tua. Untuk jiwa-jiwa yang mulai lelah memulai hari karena satu bahan  dalam diri yang tak pernah tersudahi. Untuk jiwa-jiwa yang mulai keruh karena mengejar dunia. Untuk setiap raga yang harus merasakan kehilangan pada hal yang ia sukai. Untuk setiap raga yang bergegas tapi tak tau untuk apa. Untuk setiap raga yang kosong jiwanya.Dan semua yang merasa bahwa memang harapan tak pantas kita gantungkan kepada selain Sang Pemilik. Yang Menciptakan dan Yang Mengatur alam semesta.

Ada satu yang ingin kuceritakan kepada kalian, yang diam-diam membaca tulisan ini, meski aku tau tak banyak juga yang sampai akhir membacanya. 

Aku tau kau lelah, sama aku juga. Aku tau waktu kita tak banyak. Aku juga selalu merasakan bahwa kita dikejar kematian. Mungkin ini menakutkan, sama aku juga takut akan hal itu. Kau tau, banyak hal yang memang diluar kendali kita, termasuk membuatmu membaca tulisanku, itu saja aku tak bisa mengaturnya, tapi setidaknya aku pernah mencoba untuk merencankannya. Ya mungkin begitulah kira-kira sedikit rumusan dalam hidup. Tak pernah ada yang benar-benar bisa mengendalikan, termasuk mengendalikan aku untuk tidak menulis hari ini. Tak pernah ada yang benar benar abadi mengatur suatu hal, termasuk mengatur tulisan ini akan sampai pada siapa saja. Tak pernah ada yang benar-benar bisa menguasai termasuk menguasai gaya bahasa apa yang kupakai sekarang ini, karena memang aku hanya sekedar menulis apa yang ada di kepalaku, pun itu mengalir begitu saja. Tak pernah ada yang mengendalikan, mengatur, dan menguasai semuanya selain Allah. Hanya karena Allah lah aku dapat menuliskan ini. 

1 Februari 2021

Selesai satu bulan di tahun 2021,  dan kau tau, aku merasa aku gagal meraih targetku sendiri. Aku terlalu banyak beralasan untuk apa yang sebenarnya aku ingingkan. Aku terlalu banyak beralasan ketika waktu ternyata sudah terlewat. Aku terlalu banyak mengucap alasan untuk semua hal yang ternyata gagal aku wujudkan. Aku terlalu banyak beralasan untuk hanya ingin mengucapkan selamat tinggal pada hal-hal burukku. Aku selalu berdiri di belakang alasanku untuk hanya ingin tetap di dalam zona nyamanku. Selalu beralasan, selalu dan terus berulang begitu saja. 

Rasa hati terus ingin menyumpahi, memberikan sumpah serapah untuk diri ini, yang tak pernah berhenti beralasan. terus terkukung dalam diri tanpa mau berkembang. Tapi ingat bahwa itu pun sama saja. Sumpah serapahku untuk diriku sendiri hanya akan membuat diri ini membenci diriku yang lain. lalu kuputuskan untuk menuliskannya. Sekedar untuk bercerita. Sampai detik ini aku terus berpikir yang lain, apakah tahun ini dapat meraih apa yang ku impikan jika usaha dan tekadku masih saja begini. Masalahku ternyata kubuat sendiri. Kecewaku ternyata kubuat sendiri. Otakku terus mengatakan untuk menyudahi. jika saja memang ini salahnya setan, yang memang bertugas untuk menggoda manusia. terlihat bahwa diri ini lemah sekali dari padanya. Rasa malas, selalu beralasan, selalu menunda menjadi satu hal yang entah kapan aku bunuh satu-satu.

Waktu ku tak banyak dan ada nota yang harus ku berikan kepada Sang Pencipta. Waktu ku sedikit dan ada LPJ yang harus kupertanggungjawabkan kelak di akhirat. Seakan-akan diri ini terus berlomba dengan waktu dan banyak pilihan dalam perjalanannya. Hari ini tak akan terulang lagi, yang berlalu tak bisa lagi ku ulang. Cukup sekali dan jangan sampai membuatku menyesali.




Komentar

  1. sampai detik ini penulis masih saja berkutat pada masalah maslaah yang ia sadari dimasa lalunya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer