RASA TAKUT TIPE PERTAMA

ibu, 

seandainya hidup harus berjalan seperti ini terus, apakah masih ada tempatku menetap dan tersenyum?

ketika waktu pun enggan berhenti untuk ku sejenak menarik nafas

ketika sesak dalam dada tak kunjung memulih

ibu, aku sungguh sedih

aku anakmu tak kunjung teguh 

melihat sebagian dariku tersiksa, dan menjerit lirih

melihat sebagian diriku diinjak oleh hal yang terlampau jauh


ibu, aku tau bahwa hidup tak melulu perihal duka

bahwa hidup ini berwarna tak melulu perihal luka

jauh dari kata indah 

tempat kita pulang untuk bersyukur


ibu, jika malam ini gelap dan dingin

masih ada esok yang cerah 

namun terlampau pilu untuk mereka

yang hidupnya masih dalam ketidakadilan


ibu, hari ini aku melihat nyawa tak lagi berharga

bagi sebagian yang lain terlihat biasa

aku harus apa?

berteriak saja ku tak lantang

diam saja aku selalu terkekang


ibu, hari ini rasanya aku melepas kata untuk menjadi "manusia"

melepasnya, benar benar hilang akal kulihat

benar-benar gilaaa.....

kata manusia terlalu baik untuku, atau barangkali juga mereka

tapi lalu, aku mau jadi apa?


ah ibu, anakmu dirundung takut akhir taun ini

sedikit banyak lupa

bahwa itu bukan semua

bahwa kebenaran kan menuju kemenangan

meski rasanya dikejar waktu

tapi ibu, aku sadar langkahku saat ini tak pernah maju

entah karena takutku?

atau banyak hal lain yang terus berputar dikepala


Ibu..

tahun ini mungkin bukan pencapaian yang kudapat

namun banyak hal yang ternyata harus terus ku genggam erat

rasa kehilangan yang berkali-kali datang

yah, rasa takut tipe pertamaku

berkali-kali mencoba dan gagal lagi

waktu ini kulihat banyak hal yang berlalu begitu saja

dan rasa kehilangan terus menarik paksa


Ibu, 

banyak yang ku ingat tentangmu

caramu meluapkan kekesalan

dan mencoba melupakan banyak hal buruk yang terjadi

caramu menghapus air mata, masih teringat jelas

jelas aku tak pernah bisa hidup tanpamu


Ibu..

meski seringnya diskusi tak pernah terjadi

tapi curhatanku tentang hidup selalu kau buat tawa

kesalku kepada tugas kuliah, galauku perihal rasa dan banyak lagi 

semua dan semua kucoba ceritakan

dan pesanmu untuk terus panjatkan doa kepada sang pencipta


Ibu..

meski hidup tak berjalan baik-baik saja

namun mencari celah untuk menyalahkan adalah sia sia

namun bodohnya hal itu yang kulakukan

belum genap umurku 20 saja aku selalu begitu







Komentar

Postingan Populer