YANG TIDAK SAYA TULISKAN DI DALAM CERITA INI
"...
Hidup hanya menunda kekalahanTambah terasing dari cinta sekolah rendahDan tahu, ada yang tetap tidak diucapkanSebelum pada akhirnya kita menyerah "
Derai-derai Cemara, Chairil Anwar
Pagi itu dengan lantang seseorang berteriak bahwa hari ini libur, seperti ini katanya "Temannn... teman... hari ini libuuuuuuurrrrr......" Dalam hati aku meng-amin-i tapi itu tak akan pernah terjadi. Hari ini, hari senin pertama dibulan februari. Kurang lebih satu bulan lagi kita Ujian Sekolah. Hanya siswa yang ber-Halu yang berkata seperti itu. Entah apa maksudnya, barangkali memang lelah sebelum berjuang apa yang sedang dirasakan. Bukan hanya dia, tapi bahkan seluruh siswa kelas 12 di negara itu. Lalu, tak lama kemudian wajah cerah dan bahagia itu muncul dari balik pintu kelas ini. Ya, Ibu Guru namanya.
Tak terhitung seberapa banyak kalimat "Semangat, anak-anak. Sebentar lagi Ujian akan tiba" selalu berputar-putar di kepalaku. Saat belajar, saat makan, saat mandi bukan play list lagu kesukaan yang terputar, tapi kalimat itu. Awalnya lirih dengan nada mayor tapi lama-lama berubah begitu saja menjadi nada minor. Bahkan tak lagi jadi sebuah lagu, tapi kian jadi teriakkan. Entahlah..
Saat itu, aku hanya tau bahwa semua teman juga merasakan. Ada yang gembira dengan segala pencapaian dan sudah pasti diterima. Ada pula yang diam, mengehela nafas untuk berjuang kembali. Tak pernah ada yang salah dengan masa lalu, tak pernah ada yang salah dengan takdir. Hal-hal yang baik tak selalu hadir dengan jalan yang baik pula, dan hal-hal buruk pun tak selalu menjadi akhir dari segalanya. Banyak hal yang terjadi memang sudah menjadi kuasa-Nya, dan kita hanya bisa memilih untuk berjalan dengan baik. Menerimanya.
Di lain sisi, memilih untuk terus berjalan di jalan perkuliahan menjadi impian sekaligus tantangan yang tidak ada dibayangan. Menepi mengehela nafas dan lihat, tak punya banyak hal yang dapat dibawa untuk bekal. Takut, pastinya. Kuputuskan untuk melangkah pelan sambil memikirkan akan jadi apa aku kedepannya dan kuliah atau tanpa kuliah. Tak ada banyak yang kuketahui, tapi kesempatan itu hadir begitu saja menjadi sebuah pintu untuk terus melangkah maju.
Sampai di sini, aku sadar semua berjuang. Entah terlihat dan berusara, ada yang menapaki dalam sunyi dan diam. Bukan hanya bualan namun begitulah dunia bekerja.

Komentar
Posting Komentar