si Empu Kampung Sewu
K2319067 Raga Patmita Roro Febriani Sekar Indah Nugrahani Penulis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Review artikel : Dosen Arsitektur UNS Kenalkan si EMPU Kampung Sewu
1. Latar Belakang
2. Tujuan
3. Pembahasan
Si EMPU merupakan hasil kerjasama antara Laboratorium Urban Rural Design Conservation (URDC) Prodi Arsitektur FT UNS dengan desainer produk Tissa Florika (Appretice NPO Art Plus Kobe, Japan). Si EMPU merupakan Disaster Tool Kit dan Disaster Prevention Activities sebagai bentuk dokumentasi tentang cara bertahan dan bersahabat dengan bencana banjir di Kampung Sewu. Pemilihan nama EMPU atau Emergency Movement of People of Sewu didasari oleh nama permainan dari tanah liat yang pada periode 1979-1990 kerap dimainkan oleh anak-anak di Bantaran Sungai Bengawan Solo. Produksi si EMPU akan diajarkan kepada warga Kampung Sewu dengan metode yang familiar, menarik, dan menyenangkan dengan mengadaptasi kearifan lokal dan pengalaman bencana banjir di Kampung Sewu.
Review artikel : Dosen Arsitektur UNS Kenalkan si EMPU Kampung Sewu
1. Latar Belakang
Di musim
penghujan seperti pada saat ini di Bulan Januari, bencana banjir sering terjadi
di kawasan bantaran sungai. Di kota Solo sendiri banjir sering terjadi di
daerah kampung sewu, sebuah kelurahan yang terletak di kecematan jebres
Surakarta. Tiap kali hujan lebat terjadi di sekitar Solo dan mengakibatkan air Sungai
Bengawan Solo meluap dan membanjiri pemukiman warga di daerah Kampung Sewu. Hal
inilah yang mengakibatkan tergeraknya inovasi oleh Dosen Program Studi (Prodi)
Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr.Eng. Kusumaningdyah Mengkreasikan tas dan kacu siaga bencana banjir bernama “si
EMPU Kampung Sewu” yang digunakan sebagai langkah preventif sebelum bencana
datang.
2. Tujuan
Tujuan
penulisan artikel ini adalah agar masyarakat tahu mengenai inovasi mitigasi
bencana banjir sebagai langkah dan sikap siaga serta waspada menghadapi banjir.
3. Pembahasan
Si EMPU merupakan hasil kerjasama antara Laboratorium Urban Rural Design Conservation (URDC) Prodi Arsitektur FT UNS dengan desainer produk Tissa Florika (Appretice NPO Art Plus Kobe, Japan). Si EMPU merupakan Disaster Tool Kit dan Disaster Prevention Activities sebagai bentuk dokumentasi tentang cara bertahan dan bersahabat dengan bencana banjir di Kampung Sewu. Pemilihan nama EMPU atau Emergency Movement of People of Sewu didasari oleh nama permainan dari tanah liat yang pada periode 1979-1990 kerap dimainkan oleh anak-anak di Bantaran Sungai Bengawan Solo. Produksi si EMPU akan diajarkan kepada warga Kampung Sewu dengan metode yang familiar, menarik, dan menyenangkan dengan mengadaptasi kearifan lokal dan pengalaman bencana banjir di Kampung Sewu.
Disaster Tool Kit si EMPU dikemas dalam desain produk yang terdiri atas 3 bagian, yaitu Koper si EMPU, Tas Siaga Bencana, dan Sapu Tangan si EMPU. Pertama, yaitu Koper si EMPU adalah program mitigasi bencana anak-anak yang berbentuk puppet show. Di dalamnya ada peralatan yang mendukung pertunjukkan mini nan interaktif mengenai ilmu siaga bencana. Kedua, yaitu Tas Siaga Bencana yang dirancang untuk mengajarkan anak-anak siaga bencana. Di luarnya ada permainan mengenai benda yang harus dipersiapkan saat terjadi bencana. Ketiga, yaitu Sapu Tangan si EMPU yang berguna untuk melindungi hidung dari asap dan debu. Selain itu, sapu tangan tersebut bisa digunakan untuk lap, perban, tas darurat, dan bendera.
Berdasarkan penjelasan Dr. Eng. Kusumaningdyah si EMPU ini terinspirasi dari program Iza! Kaeru Caravan yang merupakan program mitigasi bencana untuk anak-anak dan keluarga di Jepang yang diinisiasi oleh Hirokazu Nagata (NPO Art Plus, Kobe, Jepang). Di Jepang, Iza! Kaeru Caravan menjadi progam pendidikan kebencanaan untuk keluarga yang telah populer sebab program Iza! Kaeru Caravan menawarkan metode yang menarik dan kegiatan berbasis permainan yang menyenangkan. Dalam Iza! Kaeru Caravan ada ilmu-ilmu tentang mitigasi bencana dalam bentuk ide-ide kreatif dengan desain produk menarik untuk anak-anak maupun orang dewasa.
4. Kesimpulan
Penemuan si EMPU ini menjadi suatu inovasi untuk upaya mitigasi bencana banjir yang cukup menari dan sangat bermanfaat untuk warga Kampung Sewu, Jebres, Surakarta. Diharapkan dengan penemuan si EMPU Kampung Sewu ini warga Kampung Sewu bisa lebih siap dan siaga menghadapi bencana banjir. Si EMPU Kampung Sewu ini terdiri dari 3 bagian, yaitu Koper si EMPU, Tas Siaga Bencana, dan Sapu Tangan si EMPU. Bukan hanya untuk warga Kampung Sewu yang mendapat kebermanfaat inovasi baru ini melainkan dari Warga Kampung Sewu ini menjadi model untuk beberapa daerah yang terkena banjir di Indonesia.

Komentar
Posting Komentar