Raga yang beropini 1



Seperti yang kita hadapi saat ini modernisasi sudah meraja lela. Teknologi dan Ilmu Pengetahuan semakin berkembang dengan pesat. Teknologi dikembangkan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Adanya pesawat, internet, mesin industri, handphone, laptop, mobil dan masih banyak lagi adalah hasil dari sebuah pemikiran yang tajam, keingintahuan yang besar serta pendalaman sebuah ilmu pengetahuan itu sendiri. Dan pada intinya semua yang diciptakan berawal dari ilmu pengetahuan.        Di dunia ini, semua negara berlomba-lomba menjadi negara maju di segala bidang. Cina dengan sektor perdagagannya. Eropa di sektor industri.
Di tengah tengah hiruk pikuk negara-negara di dunia inilah kita ada. Kita bangsa Indonesia yang masih merangkak menuju kemajuan. Indonesia yang masih bergulat dengan persoalan masa lalunya. Tepat tahun ini Indonesia merdeka selama 74 tahun. Namun masih bisa kita lihat bahwa masalah sosial, ekonomi, dan pendidikan tak kunjung menemukan titik terang. Korupsi yang merajalela. Kasus pelanggaran HAM yang buntu. Kemiskinan yang mendarah daging. Pelecehan seksual kian bertambah. Serta pendidikan yang tak merata. Seakan semua masalah ini tak kunjung selesai. Dan mengapa Bangsa Indonesia seperti ini? Siapa yang salah? Apa yang seharusnya kita lakukan?
Kita sebagai generasi muda penerus masa depan bangsa perlu kiranya memikirkan sekelumit pertanyaan-pertanyaan ini lalu menjawab dengan kritis serta bertindak untuk melakukan perubahan. Perubahan yang amat sangat bisa kita lakukan adalah belajar. Bukan hanya belajar di dalam kelas yang dimaksud namun juga mempelajari masalah masalah sosial yang ada disekitar kita. Lalu, pernahkah kita melakukan itu?. Selama kita bersekolah sempatkah kita memikirkan itu?. Waktu kita kuliah pernahkah terlintas untuk melakukan perubahan demi bangsa ini?. Entahlah.... Kurasa di sekolah kita hanya di didik untuk mengerjakan soal dan memahaminya. Lantas, apakah semua masalah di Indonesia ini bermula dari masalah pendidikannya? Aku pun masih kurang ilmu untuk hal ini. Namun yang kutahu, korupsi, pelanggaran HAM, dan pelecehan seksual adalah tindakan manusia yang hina tak mencontohkan manusia berpendidikan.
Bila benar semua ini karena masalah pendidikan coba kita pelajari bersama. Menurut hasil PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2018 1ndonesia peringkat 38 dari 41 negara yang tergabung[1]. Ini artinya kualitas pendidikan di Indonesia sangatlah buruk. Masalah pendidikan di Indonesia sangatlah komplek. Masalah kualitas tenaga pendidik, tidak meratanya pendidikan di indonesia, masalah kurikulum yang tak tepat sasaran, sistem pendidikan yang mematikan kreatifitas siswa, dan juga penyalahgunaan teknologi oleh siswa.
Jika kita lihat kualitas tenaga pendidik di indonesia masih sangat rendah. Ini terbukti dari input mahasiswa rata-rata memilih pendidikan tinggi di FKIP adalah karena faktor pilihan kedua atau bahkan karena asal ingin masuk perguruan tinggi negeri saja. Di sisi lain FKIP mempunyai passing grade lebih rendah yang menandakan bahwa kurang diminati atau kualitas kurang baik, dan prospek masa depan lulusannya tidak seluas Fakultas yang passing gradenya tinggi. Faktor  tidak ada motivasi yang kuat sebagai seorang tenaga pendidik atau guru inilah yang mengakibatkan kualitas tenga pendidik yaitu guru di Indonesia rendah. Yang juga akan menimbulkan kualitas pendidikan juga rendah. Tak hanya itu juga, masalah kesejahteraan guru yang berakibat pada kualitas penyampaian ilmu ke siswa. 
Tidak meratanya pendidikan di Indonesia adalah karena faktor negara Indonesia adalah negara kepulauan. Masih sulitnya distribusi buku dan fasilitas sekolah ke pelosok negara inilah yang menjadi kendala yang sangat serius dalam pemerataan pendidikan Indonesia. Tak hanya itu lulusan terbaik FKIP pun belum tentu mau mengajar di pelosok negeri dengan fasilitas rendah serta gaji yang minmum.
Kurikulum yang tidak tepat sasaran adalah masalah pendidikan yang ironi. Penggagas kurikulum seharusnya lebih tau lapangan dengan jelas. Beberapa tahun terakhir ini dunia pendidikan di Indonesia dikagetkan dengan adanya Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 adalah kurikulum pengganti KTSP (Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan). Pada tahun 2014 semua sekolah harus menggunakan kurikulum 2013. Namun pada pergantian semester berbarengan dengan pergantian menteri tiba-tiba Kurikulum 2013 diberhentikan kembali ke KTSP. Kebijakan-kebijakan inilah yang sangat disayangkan terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Kebijakan yang tidak tepat sasaran dan terkesan tidak dipirkan secara matang.
Sistem pendidikan di Indonesia yang secara tidak langsung mematikan kreatifitas siswa. Pendidikan di Indonesia menurutku masih dalam kata “Mencetak”. Kenapa? Siswa dituntut 12-13 mata pelajaran dengan nilai A semua. Ini sebuah pemaksaan dan lama kelamaan akan mematikan nalar serta berfikir kritis siswa. Seperti yang pernah dikatakan Albert Einstein “ Setiap Orang jenius. Tapi jika kamu menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon maka seumur hidupnya dia akan mempercayai kalau dia bodoh.” Sudah seharusnya pikiran masyarakat Indonesia berubah, bahwa setiap siswa memiliki kemampuan dan bakatnya masing-masing. Tidak lantas memukul rata semua kemampuan siswa dengan memberikan banyak mapel yang harus dikuasai.
 Tak hanya masalah dari luar saja yang dihadapi siswa Indonesia. Namun faktor dari dalam juga ada yaitu penyalahgunaan teknologi oleh siswa juga menjadi masalah penting. Banyak dari pelajar di Indonesia sibuk dengan media sosialnya tanpa merasa bertanggup jawab atas pendidikan, sibuk dengan artis luar tanpa memedulikan tugas sekolah, bullying melalui media sosial, memonton video porno, main game online tak kenal waktu dan masih banyak lagi. Kurang bijaknya pelajar Indonesia dalam menggunakan teknologi yang ada inilah yang merusak generasi bangsa. Dan harus ada peran orang lain dalam mensosialisasikan penggunaan teknologi untuk pelajar. Karena perkembangan teknologi juga harus dibarengi dengan pendidikan penggunaan teknologi itu pula.


[1]. https://www.kompasiana.com/frncscnvt/5c1542ec677ffb3b533d6105/pisa-dan-literasi-indonesia?page=all

Komentar

Postingan Populer